Halaman

Tampilkan postingan dengan label ISD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISD. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Januari 2011

Pertentangan Sosial Dan Integrasi

Di dalam kehidupan bermasyarakat, sebuah kelompok pastilah mempunyai individu – individu yang berbeda – beda yang menyebabkan terjadinya perbedaan sebuah pendapat atau perbedaan sebuah pemikiran. Perbedaan tersebut dapat berubah menjadi pertentangan, dimana sebuah kelompok atau individu menyatakan pendapat atau pemikirannya yang memaksakan. Bila sebuah pertentangan dalam masyarakat tidak dapat terselesaiakan atau tidak mendapat jalan tengahnya, maka sebuah pertentangan tersebut akan menjadi sebuah konflik. Konflik akan dapat berujung kepada pemecahan suatu kelompok atau disintegrasi kelompok tersebut yang dapat berujung kepada pembubaran kelompok itu sendiri.

Sama halnya akan sebuah negara, dimana bila ada salah satu kelompok atau individu dalam masyarakat dapat membuat suatu negara terdisintegreasi. Hal tersebut dinamakan pertentangan sosial. Pada zaman sekarang ini, pertentangan dalam suatu masyarakat dapat disampaikan langsung kepada wakil rakyat yang dinamakan dengan demonstrasi. Demonstrasi adalah sebuah tindakan dimana sekelompok rakyat menuntut keadilan dalam masalah seperti pertentangan dalam sosial.

Bila demonstasi adalah cara halus untuk menyikapi serta meluruskan perbedaan dan pertentangan, adapula cara ekstrim dalam menyikapi pertentangan sosial. Terorisme. Terorisme adalah suatu cara untuk menyikapi perbedaan dan pertentangan dalam sosial secara paksa. Dalam negara Indonesia, terorisme adalah hal yang sangat tidak berprikemanusiaan, karena dalam kasus – kasus terorisme di Indonesia, terorisme tidak segan – segan untuk merenggut nyawa. Hal ini terjadi saat timbul sebuah perbedaan dalam pendapat dan menimbulkan pertentangan seperti negara lain yang datang ke Indonesia di anggap sebuah ancaman, pertentangan dalam hal agama, pertentangan dalam hal sosial, dan konflik dalam politik-ekonomi.

Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri dari situasi konflik yaitu :
1.  Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagian yang terlibat di dalam konflik
2.  Unti-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan,  masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan.
3.  Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.

Konflik merupakan  suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang paling kecil yaitu individu, sampai kepaa lingkungan yang luas yaitu masyarakat.
1. Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi-emosi dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang
2. Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada  para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma, motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka.
3.  Pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan di antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai an norma-norma kelompok yang bersangkutan berbeda. Perbedan-perbedaan dalam nilai, tujuan dan norma serta minat, disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber sosio-ekonomis didalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang ada  dalam kebudayaan-kebudayaan lain.

Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :
1.  elimination; yaitu pengunduran diri salah  satu pihak yang telibat dalam konflik yagn diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri.
2.  Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa  orang atau pihak lain untuk mentaatinya.
3. Majority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.
4.  Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama.
5. Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
6.  Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.

Bila konflik atau pertentangan ini terjadi terus menerus, kehancuran atau perpecahan sebuah negara tidak akan terelakkan lagi. Bila hal tersebut terjadi, tidak mustahil suatu daerah akan memisahkan diri dari negaranya dan membentuk negara baru. Hal ini juga dapat membuat keengganan masyarakat dalam berpartisipasi dalam kenegaraan yang dapat di sebut disintegrasi. Setiap negara harus menjaga ke-integrasi-annya agar negara menjadi kokoh tidak goyah akan halangan dan rintangan. Oleh sebab itu, marilah hadapi perbedaan dengan damai, dan setiap pertentangan dengan kepala dingin. Setiap masalah pasti mempunyai jalan keluar.

Referensi :

Sabtu, 11 Desember 2010

Kota dan Desa?

Sebelum mengetahui perbedaan masyarakat pedesaan dan perkotaan, kita harus mengetahui sebelumnya apa itu kota dan apa itu desa.

a. Kota
Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. Kota dipercaya sebagai sumber dimana semua orang mencari nafkah. Dan dari sebuah pemikiran itulah sebuah "kota" menjadi padat penduduk dan semakin sulit mengendalikan pertumbuhan penduduk yang kian hari kian banyak. Mengendalikan sebuah peraturan sederhana pun menjadi sulit, misalnya peraturan lalu lintas dimana kendaraan tidak boleh melewati garis zebra cross saat lampu merah. Karena kepadatan penduduk yang kian banyak dan dominan adalah pengguna kendaraan roda dua, maka peraturan itu pun tidak dapat dberlakukan lagi, sebab akan menimbulkan ke macetan yang cukup parah saat lampu hijau menyala. Lain halnya dengan angkutan umum. Beberapa masyarakat mencari nafkah dengan mengendarai kendaraan umum seperti mikrolet, bajaj, atau bus kota. Kusut, adalah satu hal yang mungkin cocok didefiniskan untuk kota besar sperti Jakarta. Peraturan lalu lintas seperti "Dilarang berhenti" dilanggar, atau peraturan "Dilarang berputar" pun dilanggar oleh kendaraan pribadi maupun umum. Tindakan tegas seorang penegak hukumpun dapat di bayar dengan uang. Itulah sebuah permasalahan yang timbul di masyarakat perkotaan.

b. Desa
Desa adalah sebuah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, desa mempunyai peraturan yang diberlakukan pemerintah, dimana disebutkan bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Desa sangat amat berhubungan erat dengan "scenery" atau pemandangan indah dimana sebagian besar pekerjaan penduduk desa adalah petani. Desa merupakan tempat yang tenang dan sunyi dimana para penduduknya mengutamakan keramahan dalam kehidupan sehari - hari. Lain halnya dengan kota, desa tidak mempunyai begitu banyak kendaraan bising yang berlalu lalang. Sebuah desa yang tentram dan damai sebagian besar penduduknya menggunakan kendaraan roda dua sepeda ataupun sepeda bermotor. Suasana yang sangat berbeda inilah yang membedakan antara kota dan desa. Akan tetapi tidak semua kehidupan didesa maju, walaupun sebagian besar mempunyai pekerjaan, kehidupan di desa bukanlah hal yang mudah. Sebagai masyarakat pedesaan, pekerjaan sebagai petani adalah nomor satu selain beternak, sehingga persainganpun tidak akan lepas dari asyarakat pedesaan. Persaingan yang tidak sehat pun akan muncul dan akan menimbulkan permasalahan yang mungkin dapat melibatkan desa tersebut.

Perbedaan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan adalah pekerjaan. Pekerjaan di kota sangatlah keras dan penuh persaingan dibandingkan di desa walaupun tidak dapat dipungkiri, sebuah desa pun dapat terjadi sebuah persaingan dan pertengkaran akibat perbedaan. Permasalahan masyarakat kota dan masyarakat desa dapat dilihat dari segi pekerjaan.

Sabtu, 04 Desember 2010

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Di Indonesia, pelapisan sosial mungkin sudah tidak asing lagi. Pelapisan sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah pembedaan penduduk atau masyarakat dalam ke dalam kelas - kelas secara bertingkat. Di dalam negara Indonesia, terlihat jelas bahwa pelapisan sosial terbentuk, mulai dari sebuah kedudukan misalnya seorang polisi lalu lintas yang takut akan seorang jendral TNI dikarenakan jendral adalah posisi di atasnya. Seharusnya tidak seperti itu, bila seorang jendral tersebut melakukan pelanggaran lalu lintas kenapa tidak di berikan sanksi seperti warga biasa yang melanggar? Apakah keistimewaan kedudukan jendral terebut? Seharusnya seorang jendral melindungi warganya, bukan malah bertindak semena - mena karena ia berfikir ialah yang berkuasa. Hal itu adalah sebagian kecil dari pelapisan penduduk di Indonesia berdasarkan ukuran kehormatan.

Mengapa pelapisan sosial timbul di Indonesia? Berikut adalah sebab - sebab timbulnya pelapisan sosial di Indonesia:

Ukuran Kekayaan
Kekayaan dapat dijadikan ukuran pelapisan sosial dilihat mulai dari pakaiannya, harta benda yang dimilikinya, serta cara mereka bertutur kata. Orang yang mempunyai kekayaan akan di tempatkan di lapisan teratas dalam sebuah pelapisan sosial. Dan tentu saja orang yang miskin mendapatkan tempat di bawah lapisan sosial.

Ukuran Kekuasaan dan Kewenangan
Seperti contoh yang sebelumnya di paragraf pertama, seorang Jendral dan seorang polisi lalu lintas biasa akan tunduk kepada Jendral. Karena Jendral tersebut mempunyai kekuasaan untuk melakukan apa yang akan ia lakukan dengan sesuka hatinya. Ukuran kekuasaan tidak lepas pula dari kekayaan, karena umumnya seorang yang kaya akan menjadi berkuasa kepada mereka yang tidak mempunyai kekayaan.

Ukuran Kehormatan
Sebuah kehormatan dapat menjadikan seseorang menduduki lapisan atas dalam pelapisan sosial. Hal ini jelas terlihat pada masyarakat tradisional, mereka akan menghormati orang yang telah berjasa kepada mereka. Biasanya orang - orang tua yang disegani atau orang - orang yang telah berjasa kepada kehidupan mereka.

Ukuran Ilmu Pengetahuan
Orang yang berilmu pengetahuan seperti dokter, profesor, dan insinyur biasanya menempati lapisan sosial atas dalam anggota - anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan.
Kembali lagi kepada masyarakat, seharusnya pelapisan sosial ini tidak terjadi di dalam negara Indonesia ini. Karena, pada hakekatnya, manusia itu sama derajatnya. Entah itu seorang pemulung atau seorang menteri hingga seorang presiden. Kehidupan seperti ini hanya akan menyiksa golongan - golongan di lapisan sosial terendah, karena mereka tidak mempunyai ukuran - ukuran apa - apa dan hanya bergantung kepada golongan - golongan atas. Di Indonesia, warga - warga golongan rendah ini hanya di lihat dengan sebelah mata, padahal bila tidak ada golongan rendah ini, tidak mungkin ada golongan atas. Mereka yang menduduki lapisan sosial teratas seharusnya melihat dan memperhatika masyarakat yang terdapat pada golongan rendah ini.

referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial

Jumat, 26 November 2010

Kewajiban Warga Negara Kepada Negaranya

Definisi warga negara adalah sekelompok individu yang menempati sebuah negara adalah warga negara dari negara tersebut. Itu hanyalah sebuah arti 'kecil' dari pengertian warga negara. Warga negara mempunyai kewajiban sebagai... warga negara tentunya. Seperti membayar pajak, ikut serta dalam kegiatan pembangunan seperti pemilu, atau terjun langsung ke dalam dunia politik yang merupakan roda untuk menggerakkan negara tersebut. Selain kewajiban, warga negara mempunyai hak. Seperti hak untuk mendapatkan penghidupan yang layak, hak untuk mendapatkan pendidikan, dan hak untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Hak, hak, dan hak. Itulah yang sepintas terbesit di dalam kepala seorang individu. Bagaimana dengan kewajibannya? Apakah telah terlupakan? Atau mungkin dilupakan? Akan tetapi tidak semua bagian dari warga negara tidak memperdulikan kewajibannya. Pajak, keikutsertaan dalam pemilu, dan taat kepada hukum adalah bagian dari kewajiban. Banyak individu yang menuntut perlindungan hukum akan tetapi ia sendiri melanggar hukum. Seperti contoh, seorang koruptor yang merugikan miliaran bahkan triliunan uang rakyat di biarkan bebas berkeliaran di luar sel, bahkan menyaksikan sebuah acara sport tennis kesukaannya dengan di kawal beberapa aparat keamanan. Apakah hal tersebut wajar? Meminta perlindungan hukum selagi masa tahanannya? Ada pula pelanggar - pelanggar hukum kelas atas yang tengah menjalani masa tahanannya keluar masuk sel dengan leluasa dengan alasan masalah keluarga? Sungguh tidak lazim. Bukan perlindungan seperti ini yang harusnya kita dapatkan.

Begitulah sebuah contoh hak yang disalah gunakan dan kewajiban yang di abaikan. Sebenarnya negara dan warga negara itu sangat berkaitan erat, apalah arti sebuah negara tanpa warga negara, dan seorang individu tidak akan mendapat haknya bila ia bukan warga negara di negaranya sendiri.

Disamping hak dan kewajiban, seorang warga negara juga mempunyai kedudukan di dalam negaranya. Mulai dari kedudukan di pemerintahan tertinggi sepert menteri sampai kedudukan terendah sebagai warga biasa. Setiap tingkatan kedudukan itu berperan penting dalam menjalankan suatu negera, dan semua itu saling berkaitan erat satu sama lainnya. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita adalah semboyan yang tepat untuk menggambarkan sebuah negara. Apalah artinya negara tanpa pajak, tanpa segala macam jenis dan bentuk pemerintahan di dalamnya.

Indonesia adalah negara yang berdaulat dan warga negaranya itu sendiri berperan penting dalam menjalankan kedaulatan negaranya. Maka dari itu, marilah kita menjalankan kewajiban kita sebagai warga negara dan menggunakan hak dengan bijak serta dapat memahami setiap kedudukan individu dalam menjalankan roda pemerintahan dan perekonomian demi mencapai tujuan negara Indonesia menjadi negara adil dan makmur.

Jumat, 29 Oktober 2010

Pendidikan yang Terabaikan

Pendidikan adalah sesuatu yang sangat berharga bagi para remaja yang akan beranjak dewasa. Karena tanpa pendidikan, kehidupan seorang remaja setelah dewasa akan menjadi tidak menentu. Seperti contohnya tidak mempunyai pekerjaan, tidak mempunyai pengetahuan untuk memulai sebuah bisnis, tidak memiliki kemampuan untuk berusaha, dan lain sebagainya. Maka dari itu, banyak para orang tua lebih mementingkan pendidikan anaknya. Tapi tidak dipungkiri bahwa banyak pula orang tua yang tidak tahu betapa pentingnya pendidikan itu. Seorang anak yang dipekerjakan mencari uang itu sebenarnya salah. Bila kita melihat kejalan, betapa banyaknya anak dibawah umur yang dipekerjakan orang tuanya. Seharusnya ia tidak berkeliaran di jalan untuk mencari nafkah, akan tetapi ia seharusnya mencari ilmu agar kehidupannya dapat berubah.

Pendidikan itu terbagi menjadi dua, formal dan non formal. Pendidikan non formal itu berawal dari kita dilahirkan dan berakhir sampai akhir hayat kita nanti, karena ilmu itu harus kita tuntut dengan baik tanpa ada batasnya. Sedangkan untuk pendidikan formal berawal dari taman kanak – kanan, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan perguruan. Dimana bagian yang sulit itu terdapat pada jenjang perguruan. Karena usaha kita untuk mendapatkan sebuah perguruan tinggi terbilang cukup sulit dan terbatas, tergantung dari masing – masing fakultas dan jurusan di dalamnya yang menyediakan jumlah bangku yang tersedia.

Di dalam perguruan, pendidikan yang kita peroleh itu lebih menjurus kedalam bidang pekerjaan kita nanti. Oleh karena itu, di dalam perguruan tinggi seorang mahasiswa harus menuntut ilmu dengan sungguh – sungguh karena akan menentukan bagaimana nasib kita nantinya.

Jenjang perguruan tinggi pun beragam, mulai dari D3 (Diploma 3) sampai dengan S3 (Strata 3). Dan jangka waktunya tentu berbeda dan beragam, mulai dari 2,5 tahun hingga 6 tahun.

Di Indonesia, angka pendidikannya sangat rendah, padahal segala macam program telah pemerintah persiapkan demi memajukkan bangsa Indonesia. Entah karena kelalaian yang menjalankannya atau karena warga Indonesia menanggapinya dengan acuh tak acuh. Maka dari itu, program – program yang dapat memajukkan bangsa Indonesia harus lebih digalakkan lagi dan diperhatikan pengawasannya.

Jumat, 22 Oktober 2010

Keluargaku, Kebahagiaanku

Kebahagiaan, satu kata yang hampir seluruh manusia di muka bumi ini mencarinya. Tapi, kebahagiaan apa yang sebenarnya paling bermakna di muka bumi ini? Itulah salah satu pertanyaan yang mungkin ada dalam benak tiap individu yang tengah mencari sebuah kebahagiaan. Apakah harta? Mungkin sebagian individu akan mengatakan “ya”, tapi harta tidak selamanya membuat kita bahagia di dunia, harta tidak dapat membayar sebuah kebahagiaan yang sederhana. Kebahagiaan di dunia pun hanya bersifat sementara, tidak ada yang abadi di dunia ini. Di hidup yang singkat ini pun pasti akan sulit untuk menemukan apa yang kita cari selama kita bernafas di dunia.

Apa yang terlupakan? Dan apa yang terlewatkan?

Bagi seorang individu seperti diri saya, keluarga adalah jawabannya. Harta tidak dapat menjawab semua keinginan dalam kehidupan kita. Contohnya saja adalah cinta, mungkin ada cinta yang dapat di beli dengan harta. Tapi apakah cinta tersebut tulus? Apakah cinta itu akan tetap menetap walaupun semua harta telah di berikan?
Keluarga itu berfungsi sebagai penopang hidup bila kita letih akan kehidupan. Keluarga itu berfungsi sebagai penyemangat bila kita sedang berusaha menjalani kerasnya kehidupan. Keluarga itu adalah sebuah anugrah yang di berikan oleh Tuhan untuk kita nikmati atau sebagai cobaan hidup.

Tidak sedikit individu yang mengalami cobaan yang berat yang berasal dari keluarganya sendiri. Keharmonisan keluarga jadi kunci akan kebahagiaan keluarga. Kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya di dalam keluarga, kita sendiri yang harus membuat kebahagiaan itu sendiri. Dengan kasih sayang, perhatian, dan sedikit sentuhan cinta, maka kebahagiaan dapat di raih.

Selain sebagai kebahagiaan, keluarga juga mempunyai peranan untuk mendidik anggota – anggotanya baik dalam bidang pelajaran maupun agama. Karena pendidikan di dalam keluarga berperan penting dalam kehidupan tiap – tiap anggota keluarganya.
Keluarga mempunyai perannya masing – masing, seorang ayah berperan sebagai kepala keluarga yang harus memimpin seluruh anggota keluarganya kedalam keluarga yang bahagia, sedangkan seorang ibu harus membantu dan menjalankan tugasnya di dalam rumah tangga dalam mengatur jalannya fungsi kekeluargaan, dan anak sebagai anggota yang akan meneruskan generasi dari ayah dan ibunya.
Setiap anggota keluarga harus saling bantu membantu agar kerukunan dapat diciptakan di lingkungan keluarga.

Jumat, 15 Oktober 2010

Budaya Baru Datang, Budaya Lama di Tendang

Perkembangan musik di tanah air kita ini bisa dikatakan cukup pesat. Selain banyak pendatang baru yang mempunyai keahlian di bidang musik, aliran – aliran baru pun ikut menyemarakkan perkemabangan musik di tanah air ini. Mulai dari aliran musik Jazz, Hip – Hop, Reagge, Pop, Punk-Rock hingga aliran musik metal yang mengutamakan keserakkan suaranya pun ada di negeri kita. Tidak kurang dari 3 pendatang baru setiap tahunnya ikut menyumbangkan album – album perdana yang memasukki bursa musik tanah air dan menjadi populer. Berbagai macam aliran musik di tanah air, tidak akan jauh dari makna cinta. Kebanyakkan musik – musik di tanah air ini meng-extract makna cinta untuk dimasukkan ke dalam liriknya. Memang lagu – lagu yang bertemakan cinta itu sudah ada sejak dahulu, tetapi tidak sebanyak seperti sekarang ini. Mulai dari patah hati, hingga lirik – lirik yang hampir menyentuh berbau tidak senonoh pun telah dicptakan di tanah air. Acara – acara televisi yang menampilkan musik atau tangga lagu pun di bentuk. Tidak hanya satu dua saja, tetapi bisa mendekati angka belasan. Bidang tarik suara atau band ini banyak diminati banyak orang. Entah hanya untuk popularitas, harta, atau hanya untuk kesenangan semata.

Padahal kebiasaan ini dapat melenyapkan kebudayaan lama yang telah kita jaga selama bertahun – tahun. Indonesia pun mempunyai aliran musik khasnya negeri kepulauan ini, yaitu dangdut dan keroncong. Musik – musik ini cenderung tertinggal lantaran banyak pendatang baru di bidang ini yang menjadi populer. Mungkin banyak orang tua yang masih menikmati musik – musik ini. Alat – alat musiknya pun kita punya. Mulai dari angklung hingga seruling bambu yang menjadi khas di aliran musik dangdut. Lirik – liriknya pun tidak semua bertemakan cinta, adapula yang bertemakan moral kehidupan bangsa seperti lagu ciptaan H. Rhoma Irama yang berjudul JUDI!! Lagu ini memang mencerminkan kebiasaan sebagian penduduk Indonesia. Lagu tersebut memang beraliran Rock, tetapi adapula yang masih murni beraliran dangdut.

Alat musiknya pun masih banyak yang murni dan bukan campur tangan orang lain, seperti angklung misalnya. Alat musik ciptaan Indonesia ini dapat mengeluarkan suara yang indah dan merdu bila digunakan dengan benar. Tidak kalah dengan drum, gendang pun menjadi alat musik milik kebudayaan Indonesia. Tidak perlu bas atau gitar, alunan melodi seruling juga dapat menambahkan ke indahan musik.

Selain alat musik, penyanyinya adalah utamanya sebuah kelompok musik terbentuk. Hanya sedikit orang yang dapat bernyanyi dengan aliran keroncong, karena aliran ini cenderung kuno dan tidak diperdulikan oleh kaum muda lagi. Padahal, musik – musik yang ada di Indonesia ini dikagumi oleh orang – orang yang tinggal di luar negeri. Orang – orang mancanegara yang berdatangan ke Indonesia banyak yang mempelajari budaya – budayanya. Lain halnya dengan pemuda Indonesia, yang kerjanya hanya mengikuti perkembangan dunia luar dan tidak memperdulikan budaya yang mereka punya. Seharusnya, kebudayaan di Indonesia ini harus dijaga ketat agar tidak ada yang dapat mengambilnya seperti kasus – kasus sebelumnya.

Seharusnya pemerintah bertindak tegas, agar musik – musik tanah air yang dijaga oleh nenek moyang kita lebih di perketat penjagaannya. Dengan apa kita menjaganya? Tentu saja dengan cara melestarikan budaya yang telah lama lahir di negeri kita ini. Agar tidak diaku oleh negara lain lantaran kita tidak menjaganya dengan baik. Masyarakat khususnya kaum remaja diminta untuk menjaga warisan nenek moyang kita yang berharga ini dan jangan sampai budaya baru yang datang melenyapkan budaya lama yang kita banggakan.